Rumah Adat, Tarian Adat, Pakaian Adat, Makanan Khas, Wisata Alam yang ada di Sumatera Utara
WAH ADA FAKTA UNIK NIH TENTANG SUMATERA UTARA !
SEPUTAR RUMAH ADAT, PAKAIAN ADAT, MAKANAN KHAS, WISATA ALAM DI SUMATERA UTARA LHO!
RUMAH ADAT SUMATERA UTARA
Rumah Bolon adalah rumah adat dari suku Batak yang ada di Indonesia. Rumah Bolon berasal dari daerah Sumatra Utara. Rumah Bolon adalah simbol dari identitas masyarakat Batak yang tinggal di Sumatra Utara. Pada zaman dahulu kala, rumah Bolon adalah tempat tinggal dari 13 raja yang tinggal di Sumatra Utara. 13 Raja tersebut adalah Raja Ranjinman, Raja Nagaraja, Raja Batiran, Raja Bakkaraja, Raja Baringin, Raja Bonabatu, Raja Rajaulan, Raja Atian, Raja Hormabulan, Raja Raondop, Raja Rahalim, Raja Karel Tanjung, dan Raja Mogam. Ada beberapa jenis rumah Bolon dalam masyarakat Batak yaitu rumah Bolon Toba, rumah Bolon Simalungun, rumah Bolon Karo, rumah Bolon Mandailing, rumah Bolon Pakpak, rumah Bolon Angkola. Setiap rumah mempunyai ciri khasnya masing-masing. Sayangnya, rumah Bolon saat ini jumlah tidak terlalu banyak sehingga beberapa jenis rumah Bolon bahkan sulit ditemukan. Saat ini, rumah bolon adalah salah satu objek wisata di Sumatra Utara. Rumah Bolon adalah salah satu budaya Indonesia yang harus dilestarikan.
TARIAN ADAT SUMATERA UTARA
- TARIAN PISO SURIT
Piso Surit adalah salah satu tarian Suku Karo yang menggambarkan seorang gadis sedang menantikan kedatangan kekasihnya. Penantian tersebut sangat lama dan menyedihkan dan digambarkan seperti burung Piso Surit yang sedang memanggil-manggil. Piso dalam bahasa Batak Karo sebenarnya berarti pisau dan banyak orang mengira bahwa Piso Surit merupakan nama sejenis pisau khas orang karo.
Sebenarnya Piso Surit adalah bunyi sejenis burung yang suka bernyanyi. Kicau burung ini bila didengar secara seksama sepertinya sedang memanggil-manggil dan kedengaran sangat menyedihkan. Jenis burung tersebut dalam bahasa karo disebut “pincala” bunyinya nyaring dan berulang-ulang dengan bunyi seperti “piso serit”.
- TARIAN SERAMPANG 12
Tari Serampang Dua Belas adalah tarian yang berkembang di bawah Kesultanan Serdang di Kabupaten Serdang Bedagai (dahulu Kabupaten Deli Serdang). Merupakan jenis tari tradisional, Tari ini dimainkan sebagai tari pergaulan yang mengandung pesan tentang perjalanan kisah anak muda dalam mencari jodoh, mulai dari perkenalan sampai memasuki tahap pernikahan.
Ada nilai edukasi pada tarian Serampang Dua Belas ini, yakni menjadi sarana salah satu cara masyarakat Melayu Deli dalam mengajarkan tata cara pencarian jodoh kepada generasi muda. Sehingga Tari Serampang Dua Belas menjadi kegemaran bagi generasi muda untuk mempelajari proses yang akan dilalui nantinya jika ingin membangun rumah tangga.
- TARIAN ENDENG-ENDENG
Endeng-endeng bisa disebut sebuah perpaduan tarian dan pencak silat. Jika dilihat lebih jauh, tari Endeng-Endeng ini menggambarkan semangat dan ekspresi gembira masyarakat sehari- hari, lazimnya dilakukan masyarakat yang sedang menggelar pesta khitanan (sunat rasul) atau malam pesta perkawinan oleh masyarakat.
Tari endeng-endeng menjadi bagian tari tradisi yang berasal dari daerah Tapanuli Selatan (Tapsel). Dalam penampilannya, endeng-endeng dimainkan oleh sepuluh pemain yakni dua orang bertugas sebagai vokalis, satu orang pemain keyboard, satu orang pemain tamborin, lima orang penabuh gendang, dan seorang pemain ketipung (gendang kecil). Biasanya lagu yang dibawakan berbahasa Tapanuli Selatan. Setiap tampil, kesenian ini memakan waktu empat jam. Daya tarik kesenian ini adalah joget dan tariannya yang ceria, sesuai dengan lagu-lagu yang dibawakan.
PAKAIAN ADAT SUMATERA UTARA
- Pakaian Adat Batak Toba
Kain Yang Digunakan
Pakaian adat suku Batak Toba merupakan kain tenun atau yang dikenal dengan nama Ulos. Kain ulos sendiri merupakan kain yang sering sekali dijadikan ciri khas suku Batak. Bahkan, ulos sudah menjadi identitas dari pakaian adat Sumatera Utara tingkat nasional.
Kain ulos dibuat dengan cara ditenun secara manual menggunakan alat tradisional dan benang sutra. Warna benang yang digunakan biasanya hitam, putih, perak, merah dan emas.
Pakaian adat ini tidak hanya digunakan di upacara adat saja melainkan juga dalam kehidupan sehari – hari. Ulos yang digunakan oleh laki-laki disebut hande-hande untuk bagian atas. Dan singkot untuk bagian bawahnya. Sedangkan untuk bagian kepala disebut bulang-bulang, detat atau tali-tali.
Terdapat berbagai macam jenis kain ulos dengan corak dan motif yang menarik, antara lain : Kain ulos antakantak, Kain ulos bintang maratur, Kain ulos bolean, Kain ulos mangiring, Kain ulos padang ursa, Kain ulos pinan lobu-lobu dan Kain ulis pinuncaan.
Dari setiap jenis ulos memiliki filosofi yang berbeda. Pada acara adat, biasanya orang Batak.menggunakan ulos dan menjadikannya selendang. Ulos yang digunakan biasanya ukia ragihotang, sadum, jugjaragidup dan runjat.
- Pakaian Adat Suku Mandailing
Di Sumatera Utara terdapat suku Mandailing tepatnya di daerah Tapanuli Selatan, Mandailing dan Padang Lawas. Pakaian adat yang digunakan hampir sama dengan Batak Toba yaitu menggunakan ulos. Bedanya mereka menggunakan ulos dengan dipadukan aksesoris.
Saat upacara, perempuan Mandailing menggunakan bulang di keningnya. Bulang terbuat dari bahan dasar emas sepuhan atau bahkan logam. Bulang sendiri memiliki makna lambang kemuliaan dan merupakan simbol struktur kemasyarakatan.
Berbeda dengan perempuan, laki-laki Mandailing menggunakan penutup kepala yang bentuknya khas. Penutup kepala pakaian adat Sumatera Utara ini disebut Ampu.
Dulu, ampu digunakan oleh para raja Mandailing dan Angkola. Warna hitam yang terdapat pada Ampu memiliki funhsi magis sedangkan warna emas menunjukkan simbol kebesaran.
- Pakaian Adat Suku Karo
Pakaian adat suku Karo hampir sama dengan pakaian adat Sumatera Utara lainnya. Mereka menggunakan kain yang terbuat dari pintalan kapas atau yang disebut juga dengan uis gara. Uis gara memiliki makna kain merah. Karena dibuat dengan menggunakan benang merah.
Kain ini digunakan untuk menutupi tubuh mereka saat beraktivitas sehari-hari. Suku Karo memadukan lain uis gara ini dengan warna lain yaitu hitam atau putih. Tidak hanya warna itu saja mereka juga menggunakan benang warna lain seperti emas dan perak. Sehingga akan memberikan kain dengan motif cantik dan khas.
MAKANAN KHAS SUMATERA UTARA
- Kue Ombus-Ombus
Ombus-ombus adalah kue khas dari salah satu kota kecil di Sumatera Utara bernama Siborong-borong, kue ini sering dijumpai saat ada pesta adat sebagai santapan bersama kopi. Kue ini terbuat dari tepung beras dicampur gula merah kemudian dibungkus pakai daun pisang lalu dikukus hingga matang, kue ini begitu nikmat apalagi dimakan saat masih hangat membuat rasa khas kue ini begitu terasa.
- Mie Gomak
Bagi masyarakat Sumatera Utara Mie Gomak mungkin sudah tidak bagi mereka karena mie tradisional ini banyak dijual di rumah makan di Sumatera Utara. Proses pembuatan mie yang satu ini cukup sederhana yaitu hanya mencampurkan mie spageti yang sudah direbus dengan bumbu khas daerah yang membuat rasa mie yang satu ini berbeda. Sebaiknya kamu coba aja langsung bagaimana rasanya spageti orang batak ini biar gak penasaran.
- Bika Ambon
Untuk masakan yang satu ini mungkin sudah tidak asing bagimu karena memang sudah dikenal di seluruh Indonesia. Bika Ambon memiliki bentuk yang unik sehingga menambah daya tarik dan penasaran seseorang saat pertama kali melihatnya.
Jika kamu belum pernah menyantap makanan yang satu ini sebaiknya saat kamu berkunjung ke Sumatera Utara khususnya kota Medan segera membelinya, makanan yang satu ini juga bisa dijadikan oleh-oleh untuk keluarga.
WISATA ALAM SUMATERA UTARA
- Air Terjun Sibolangit
Dengan ketinggian 100 m, air terjun Telaga Dewi Sibolangit mempunyai warna piutih ke abuan dan biru muda karena kandungan fosfor dan belerang yang dimilikinya.
- Gunung Sibayak
Pernah meletus pada tahun 1600, gunung Sibayak sekarang ini lumayan populerdi kalangan pendaki gunung. Biasanya pendaki berangkat sekitar jam 2 pagi, sehingga dapat menikmati matahari terbit.
- Aek Sijornih
Aek Sijornih adalah tempat wisata air terjun yang terdiri dari dua buah air terjun berukuran kecil yang melewati tebing miring dengan kandungan kapur. Lokasi tepatnya di Simpang Tolang, Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
Sekian terimakasih atas perhatiannya semoga bermanfaat. Kalau ada typo dikit maaf yaa. See you guysss !!!













Komentar
Posting Komentar